Diposting Pada: Selasa, 14 Januari 2020
Pembacaan dan Penandatangan Ikrar Wakaf


Pembacaan dan Penandatangan Ikrar WakafMuarojambi (Kumpeh Ulu) - bertempat di Kantor Urusan Agama Kec. Kumpeh Ulu Kab. Muarojambi, senin (13/01). Kepala KUA Kumpeh Ulu sebagai PPAIW, Ibnu Hisam, S.Ag bersama dua orang saksi menyaksikan Penanda Tanganan Akta Ikrar Wakaf (AIW) atas sebidang tanah dengan no sertifikat SHM 6532 yang diperuntukkan untuk pembangunan sebuah Mushola.

Ibu Siti Wagini Mukson telah mewakafkan sebidang tanah miliknya yang luasnya sekitar 500 M2  kepada Nadzir yang akan dipergunakan untuk kepentingan pembangunan sebuah mushola Al Ikhlas RT.41 Desa Kasang Pudak.

Pengurusan wakaf sebidang tanah tersebut selanjutnya di urus oleh nadzir yang ditanda tangani oleh Pak Indra Jaya yang  beralamatkan di di RT.41 desa Kasang Pudak, dengan 2 orang saksi, Pak Sukirno dan pak Budi Setia kedua saksi tersebut berasal dari desa yang sama dengan ibu Siti Wagini Mukson yang didampingi putranya (Wakif) sebagaimana tertulis di AIW yang kemudian ditandatangani oleh Kepala KUA Kec. Kumpeh Ulu.

Selanjutnya Kepala KUA Kec. Kumpeh Ulu, Ibnu Hisam menjelaskan pengertian dan syarat rukun wakaf secara detail, dan penandatanganan Akta Ikrar Wakaf antara ibu Siti Wagini Mukson (Wakif) dengan Indra Jaya (Nadzir) telah memenuhi syarat dan rukun perwakafan. Beliau juga sempat menyebutkan undang-undang perwakafan; (PP) 28 Tahun 1977, UU Nomor 41 Tahun 2004, UU Nomor 3 Tahun 2006.

Sementara dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI): Perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagaian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam.

Ibnu Hisam mengingatkan bahwa tanah wakaf tidak boleh diperjualbelikan kepada siapapun sampai untuk selama-lamanya. Jika dikemudian hari ada ahli waris dan atau bukan ahli waris yang berupaya untuk menuntut atau menggugat haknya, maka dengan dalih apapun tidak dapat mengalihkankan kepemilikannya kepada siapapun kecuali hanya untuk Pembangunan Tempat Ibadah tersebut.

ia menambahkan, bahwa tanah yang diwakafkan itulah harta yang kita bawa hingga dialam kubur dan seterusnya. (Sw/ddk)

 


28x
Dibaca

Halaman ini diproses dalam waktu : 0.527 detik
Diakses dari ip address: 54.236.35.159
Best Viewed with Mozilla Firefox 1366x768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved